tautan komersil

Tampilkan postingan dengan label Masa Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

Dampak Kista Pada Bunda Hamil


Kita kaum hawa pasti takut sekali bila didagnosis adanya kista. Biasanya dokter memberikan obat analgetik atau operasi sebagai tindakan. Lalu bagimana kalau kista itu muncul pada Bunda yang sedang hamil?

Menurut dr. Nugroho Kampono SpOG (K) dari Brawijaya Women & Children Hospital tidak semua kista harus dioperasi. Bila Bunda hamil usia 2-3 minggu dan ditemukan kista sebesar 3-4 cm mungkin itu hanya kista lutein. Kista lutein yaitu kista yang muncul karena indung telur yang bekerja keras untuk menghasilkan hormon supaya kehamilan kuat . Saat kehamilan memasuki usia 8-12 minggu di mana fungsi hormon mulai diambil alih oleh plasenta maka kista itu akan hilang dengan sendirinya. “Itu bukan tumor, itu hanyalah kista yang bersifat fungsional. Kalau fungsinya selesai dia akan hilang.” jelasnya.

Namun, ada juga kista neo plasma (tumbuhan baru) atau biasa disebut tumor jinak. Umumnya ukurannya sekitar 5-6 cm. Dengan ukuran begitu Bunda bisa tetap meneruskan kehamilan bersama kista dan dilakukan operasi setelah Bunda melahirkan. “Kalau dicaesar, bisa sekaligus mengambil kistanya” tuturnya.

Tapi ada kista yang harus diambil tindakan operasi di tengah kehamilan, namanya kista dermoit yaitu kista yang padat (berisi kelenjar, lemak, rambut). Kista dermoit meski ukurannya hanya 5-6 cm bisa menghalangi turunnya kepala bayi sehingga bayi tidak bisa lahir. Untuk kasus ini akan dilakukan orperasi dengan catatan usia kehamilan tidak lebih dan tidak kurang dari 16 minggu, karena pada usia ini fungsi hormon sudah diambil alih oleh plasenta.

Kista bisa berbahaya kalau ia pecah karena terdesak seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Kalau kista pecah akan membahayakan janin dan berujung pada kelahiran bayi premature. Untuk penyebabnya dr. Nugroho mengaku pihak medis belum menemukan apa penyebab pasti munculnya kista.

Tips :
Lakukan USG pada 12 minggu pertama kehamilan, selain untuk melihat keadaan janin juga untuk mendeteksi adakah kelainan yang muncul

Bahaya High Heels Saat Hamil...!!


Hampir semua perempuan rela melakukan apa saja untuk tampil cantik sempurna. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Salah satunya penggunaan sepatu hak tinggi atau lebih familiar disebut high heels. Sebagai perempuan tentu kita merasa lebih anggun memakainya, tapi kalau Bunda sedang hamil lebih baik urungkan dulu niat itu. Dr. Arju Anita, SpOG dari Rumah Sakit Jakarta Medical Center dan Hermina Depok menjelaskan larangan Bunda untuk memakai high heels bukan tanpa alasan.

Secara logika kita bisa lihat bahwa penggunaan sepatu jenis ini membutuhkan kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Di saat tidak hamil mungkin Bunda bisa menggunakannya, tapi pada saat hamil bobot tubuh bertambah, otomatis akan semakin sulit. Nah penggunaan high heels ini bisa meningkatkan resiko terjatuh, yang efeknya bisa membahayakan janin.

Selain terjatuh, ada juga resiko lainnya yakni timbulnya varises. Varises mudah sekali muncul pada wanita hamil, terutama bila Bunda sedang mengandung anak kedua, ketiga dan seterusnya atau memang sudah memiliki varises sebelum hamil. perlu diketahui varises bukan hanya mengakibatkan pembuluh darah melebar, tetapi juga menimbulkan nyeri dan pegal pada penderitanya. “maka bila tungkai sering dipakai beraktivitas ibu hamil akan mudah letih dan sakit.” jelas dr. Anita. Jika gejala ini sudah terjadi segera hentikan penggunaan high heels dengan sepatu tanpa hak yang ringan dan lentur sehingga kaki lebih nyaman dan rileks.

Meski pada usia kehamilan muda wanita hamil masih boleh menggunakan high heels, tetapi dr. Anita, SpOG menyarankan, pada saat Bunda tahu bahwa Bunda hamil sebaiknya berhenti menggunakan sepatu hak tinggi. “Tapi kalau kebiasaan itu sulit dihentikan, usia kehamilan di bawah 4 bulan masih ditolerir.” ungkapnya.

Tapi, Bun ada baiknya ditahan dulu ya, tanpa high heels pun Bunda tetap bisa tampil anggun dan menarik juga, kok.

Tips :
- saat beristirahat, angkat kaki lebih tinggi dari dada
- hindari gerakan yang memberi tekanan pada perut, misalnya berjongkok

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan


Wanita hamil sering sekali terjebak dengan mitos-mitos yang muncul di masyarakat. Mungkin secara logika banyak yang tidak menerimanya, tapi sedikit yang berani untuk mengambil resiko bila mitos itu tidak dijalani.

Supaya Bunda tidak lagi bingung menebak-nebak, berikut keterangan dr. UF. Bagazi, SpOG yang biasa praktek di Brawijaya Women and Children Hospital.
Jangan makan nanas, tape, soda, kandungan bisa menjadi panas
Itu tidak benar, kandungan tidak akan terkontaminasi hanya dengan mengonsumsi nanas, tape dan soda. Hanya saja karena makanan tersebut mengandung gas, dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak enak di uluhati yang kemungkinan besar mengakibatkan terjadinya hyperemesis (muntah berlebihan)

Makan pare atau sesuatu yang pahit membuat plasenta lengket
Plasenta menjadi lengket disebabkan karena saat penempelan plasenta terjadi, sebagian plasenta menempel lebih dalam bahkan bisa sampai menembus rahim, bukan karena makan pare atau sesuatu yang pahit.

Minum Minyak memperlancar persalinan kelak
Walau pun Bunda minum sebanyak-banyaknya, minyak tidak akan sampai ke vagina. Karena apa yang Bunda minum diserap oleh darah. Tidak ada pengaruhnya dengan persalinan.

Hindari Rontgen karena membahayakan perkembangan janin
Benar, rontgen sangat berbahaya terutama pada trimester pertama. Tetapi dr. Bagazi menyarankan sebaiknya hindari rontgen sama sekali saat hamil. salah satu resikonya dapat mengakibatkan kecacatan bayii bahkan bisa sampai keguguran. Efek radiasi memang tidak timbul dengan segera, baru akan timbul di kemudian hari.

Jangan ber-sauna pada saat hamil karena si bayi bisa panas
Tidak benar, sauna tidak akan membuat bayi kepanasan. Yang benar, saat sauna akan terjadi perbedaan suhu yang signifikan sehingga Bunda rentan mengalami dehidrasi, dehidrasi inilah yang berbahaya bagi janin.
Perempuan hamil umumnya mendapat berbagai macam larangan, baik dari orangtua, saudara atau pun teman. Tetapi sebagian Bunda meyakini larangan itu tanpa tahu kebenarannya.

Kalau pekan kemarin dr. UF. Bagazi, SpOG yang biasa praktek di Brawijaya Women and Children Hospital telah membahas 5 mitos dan fakta yang beredar di masyarakat. Kali ini ia akan kembali menjelaskan 5 hal lainnya, yakni :
Orgasme meningkatkan resiko keguguran
Bagi wanita yang sedang hamil normal tanpa pemberat, orgasme sama sekali tidak menimbulkan keguguran, sebaliknya beberapa ahli dalam penelitiannya mengatakan melakukan seks di saat hamil memiliki efek yang positif. Bahkan kalau dilakukan secara reguler bisa menurunkan resiko preeklamsi.

Mengonsumsi ikan mentah bayi menjadi bau amis
tidak ada hubungannya antara ikan mentah yang dimakan dengan bau amis yang timbul pada bayi. Hanya saja dikhawatirkan ikan yang belum matang terkontaminasi merkuri dan jika mengonsumsi merkuri berlebih dapat berpengaruh buruk pada kehamilan.

Minum air es bayi menjadi besar
Berat bayi ditentukan beberapa faktor, di antaranya ras, gaya hidup dan kadar gula yang meningkat (Diabetes mellitus). Jika dihubungkan dengan es, maka komponen gula dalam es the manis atau es sirup, dll inilah yang bisa membuat bayi besar.

Minum kacang kedelai membuat bayi putih bersih
kulit bayi ditentukan keturunan bukan dari apa yang dikonsumsi Bunda. Asalkan Bunda cukup minum air putih si kecil pun akan menjadi bersih.

Minum sari kunyit bisa keguguran
tidak benar. Meski kunyit seringkali dipakai untuk melancarkan haid tapi kunyit tidak berbahaya sehingga menimbulkan keguguran

Nah, Bun dengan dibahasnya 10 Mitos dan Fakta seputar kehamilan ini semoga menambah pengetahuan Bunda akan kebenaran suatu larangan.

Sebagai penutup dr. Bagazi berpesan, “Jangan mengaburkan instruksi medis yang kuat, selalu konsultasikan pada dokter kandungan Bunda”.

Selasa, 30 Maret 2010

Kalender Kehamilan


Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.

0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.

4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan

8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.

12-16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.

16-20 Minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.

20-24 Minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

24-28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.

28-32 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

36 Minggu
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.